|
Jakarta - Hingga saat ini, ranah tablet konsumer masih dikuasai iPad dan Android. iPad --seperti kita tahu-- telah terbukti kehandalannya menjadi tablet terbaik selama ini, dengan penjualan yang stabil. Menanggapi hal itu, Google pun tak mau kalah dengan menghadirkan OS khusus tablet Android 3.0 Honeycomb.
Beberapa bulan ini Honeycomb telah menyambangi pasar dengan pesona Android miliknya, berharap bisa menggerus pasar sang raksasa iPad. Nah, setelah Google kini saatnya Research In Motion (RIM) unjuk gigi
Bagaimanapun Juga ,Ini Adalah Pasangan Ponsel BB
PlayBook memang diciptakan sebagai pendamping ponsel BB kita. Kita tak bisa membuka BBM, push email, dan serangkaian fungsi kantoran lain, ketika kita tidak menghubungkan dengan ponsel BB itu sendiri. Kendati demikian satu unit PlayBook juga memiliki nomor PIN tersendiri.
Dari sisi fungsionalitas, PlayBook telah dilengkapi aplikasi seperti: Adobe Reader, Documents to Go, atau Kobo Books. Aplikas lain dapat langsung diunduh via App World.
Dari sisi fungsi, PlayBook boleh dibilang memilikidua fungsi. Sebagai tablet wifi yang berdiri sendiri, serta tablet yang bisa meneruskan urusan office dari ponsel Blackberry kita.
Bagaimanapun juga, PlayBook sangat tergantung pada BlackBerry Bridge agar tetap bisa terkneksi dengan ponsel BB. Konektivitas ini menggunakan bluetooth. Jadi wajar saja jika digunakan seharian, ponsel BB kita menjadi panas.
Saat kedua perangkat ini terkoneksi, email-email yang masuk akan ditampilkan di PlayBook melalui notifikasi di kiri atas. Masalahnya adalah, saat koneksi ini terputus, semua fungsi Bridge akan putus saat itu juga, seiring dengan data yang berjalan.
|